Daftar Isi

6 Macam-Macam Bukti Transaksi Bisnis Plus 5 Fungsinya!

Daftar Isi

Dalam sebuah bisnis, baik online maupun offline, terdapat macam-macam bukti transaksi yang sering digunakan. Mulai dari bukti transaksi pembelian sampai dengan penjualan.

Transaksi adalah suatu pertukaran antara dua pihak. Dalam konteks bisnis, transaksi terkait dengan pertukaran uang atau barang/jasa antara pihak perusahaan dan pihak ketiga, seperti pelanggan atau pemasok. Singkatnya, transaksi biasa terjadi antara pihak penjual dan pembeli. 

Transaksi sangat berpengaruh pada keuangan bisnis. Itulah sebabnya semua transaksi yang terjadi sebaiknya memiliki bukti transaksi dan dicatat dengan baik. Dengan begitu, pemantauan keuangan bisnis akan jadi lebih mudah. 

 

Pengertian dan 5 Fungsi Bukti Transaksi yang Kamu Harus Tahu!

Bukti transaksi adalah dokumen tertulis yang mencatat atau merekam semua kegiatan transaksi yang terjadi di suatu perusahaan atau bisnis. Bukti transaksi memegang peran penting dalam mencegah timbulnya masalah keuangan di masa yang akan datang.

Salah satu fungsi bukti transaksi adalah sebagai panduan yang memudahkan pemilik bisnis dalam menyusun laporan keuangan. Beberapa fungsi lainnya adalah:

  1. Meminimalisir peluang terjadinya kesalahan pencatatan keuangan yang dilakukan secara manual 
  2. Sebagai panduan dasar pencatatan keuangan bisnis
  3. Untuk menghindari terjadinya pencatatan berulang atau duplikasi transaksi keuangan.
  4. Sebagai bukti pencatatan yang digunakan untuk pembuatan laporan keuangan
  5. Sebagai bahan evaluasi bisnis

 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa fungsi bukti transaksi akan sangat berpengaruh pada manajemen keuangan bisnismu. Kamu akan lebih mudah mengelola kas bisnis dengan pencatatan transaksi yang baik dan rapi.

6 Macam-Macam Bukti Transaksi, Apa Saja?

Bukti transaksi yang biasa digunakan dalam operasional bisnis bukan hanya ada satu jenis. Terdapat macam-macam bukti transaksi yang digunakan sesuai dengan keperluan dan fungsinya.

Macam-macam bukti transaksi yang cukup sering digunakan antara lain:

1. Kuitansi 

Kuitansi adalah bukti tanda terima uang yang dibuat saat penerimaan pembayaran. Kuitansi menjadi bukti transaksi yang menyatakan bahwa sejumlah uang telah diterima lalu ditandatangani oleh pihak yang menerima pembayaran. Biasanya salinan kuitansi akan diserahkan kepada pihak yang membayar.

2. Memo 

Memo merupakan catatan singkat, padat, dan jelas yang berfungsi sebagai bukti transaksi internal bisnis. Memo umumnya terdiri dari maksimal sepuluh baris kata, berisi pesan penting. Unsur-unsur dalam penulisan memo melibatkan nomor memo, tanggal, nama pengirim dan penerima, subjek memo, dan isi memo. 

3. Faktur

Faktur adalah dokumen tertulis yang mencatat rincian barang yang dijual, termasuk jumlah dan harganya. Faktur termasuk dalam macam-macam bukti transaksi yang memberikan informasi detail tentang penjual, pembeli, nomor faktur, tanggal pesanan, syarat pembayaran, dan keterangan barang.

4. Nota Kredit 

Ini adalah dokumen yang biasa digunakan sebagai bukti pengurangan piutang usaha, terutama disebabkan oleh pengembalian barang dagang atau penurunan harga. Dalam nota kredit, pihak seller menyetujui permohonan pengurangan harga yang diajukan oleh pembeli karena kerusakan atau ketidaksesuaian barang. 

5. Nota Debet 

Nota debet memiliki pengertian dan fungsi yang berbalik dengan nota kredit. Nota debet adalah bukti adanya transaksi yang mengindikasikan pengurangan utang usaha. 

Pengurangan tersebut biasanya terjadi karena adanya pengembalian barang atau penurunan harga yang diminta oleh pembeli. Umumnya, kota debet terdiri dari dua salinan, satu untuk pembeli dan satu untuk penjual.

6. Nota Kontan 

Dokumen pencatatan transaksi yang berikutnya adalah nota kontan. Nota kontan dikeluarkan oleh seller untuk transaksi pembelian barang secara tunai. Berbeda dengan nota kredit dan debet yang berkaitan dengan utang piutang, nota kontan terkait dengan pelunasan langsung oleh pembeli setelah pembelian.

Setelah mengetahui macam-macam bukti transaksi beserta fungsi dan pengertiannya, kamu bisa memahami bahwa dokumen ini memang sangat penting. Sebaiknya kamu juga selalu memastikan bahwa setiap transaksi pada bisnismu tercatat dengan baik. Dengan begitu bisa menghindari adanya kerugian karena kesalahan pencatatan atau ada selisih keuangan. 

Kalau kamu adalah seller yang aktif di e-commerce, seperti Lazada, kamu bisa memastikan transaksi bisnismu tercatat dengan rapi. Semua transaksi di Lazada bisa dilacak dengan mudah sehingga sangat praktis untuk dibukukan ke dalam laporan keuangan.

Tapi bagaimana kalau kamu belum terdaftar sebagai seller Lazada? Tenang, tidak perlu khawatir. Kamu bisa langsung daftar dengan cara klik di sini! Yuk, buruan!

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
cara menjadi host live streaming

Mau Jadi Host Live Streaming? Wajib Tahu yang Boleh & Tidak Boleh Dilakukan

konten promosi

3 Ide Konten Promosi Menyambut Harbolnas 12.12

cara menghitung profit margin

Profit Margin: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitungnya dengan Tepat

ilustrasi laporan keuangan

5 Jenis Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya untuk Evaluasi Bisnis

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users