kartu stok barang

Daftar Isi

Kenali 5 Fungsi Kartu Stok Barang dan Cara Mengisinya!

Daftar Isi

Pernah mendengar istilah kartu stok barang? Kalau kamu menjalankan usaha yang memiliki banyak produk untuk dijual, kartu tersebut akan sangat berguna. Kartu yang digunakan untuk pencatatan stok barang tersebut dapat memantau pergerakan keluar masuk barang dalam sebuah usaha. 

Di dalam kartu stok tersebut terdapat informasi mengenai saldo awal, penerimaan dan penerbitan stok, hingga jumlah atau saldo akhir barang. Mudahnya, dengan kartu ini kamu bisa mengetahui berapa banyak barang yang keluar dan masuk, sehingga akan mudah terlihat jika terjadi ketidakseimbangan. 

 

Apa Itu Kartu Stok Barang?

Sebelum membahas fungsi dan cara pengisiannya, kamu harus mengetahui pengertian dari kartu yang sering disebut bin card ini terlebih dulu. Kartu stok barang adalah sebuah dokumen yang berisi catatan arus masuk dan keluar barang, pembelian, penjualan, serta pengembalian barang dalam suatu bisnis. 

Karena kartu ini mencatat jumlah barang, berarti data yang ada pada kartu dengan stok barang di gudang harus sesuai. Jika tidak, kemungkinan ada masalah yang harus segera diselesaikan sehingga perlu diadakan audit. 

Kenapa begitu? Karena catatan persediaan barang tersebut sama seperti “modal” yang dimiliki oleh suatu bisnis. Kamu sebagai seller dan pemilik bisnis, harus tahu pergerakannya. Dengan memantau pergerakan barang, kamu akan lebih mudah untuk mengambil keputusan dalam penambahan barang di gudang.

 

5 Fungsi Kartu Stok Barang, Apa Saja?

Pasang surut penjualan dalam bisnis adalah hal biasa, tetapi bila tidak dihadapi dengan baik dapat menimbulkan kerugian besar. Salah satu cara menghadapinya adalah dengan menyiapkan kartu stok barang sejak awal. 

Mungkin belum banyak yang menyadari bahwa fungsi kartu stok ini sangat penting dalam operasional sebuah bisnis. Inilah beberapa fungsi pentingnya.

1. Untuk mencatat jumlah stok barang

Fungsi yang pertama adalah berguna untuk mencatat jumlah stok barang dan pergerakannya. Catatan ini bisa kamu gunakan untuk memperhitungkan berapa barang yang akan dibeli dari supplier pada periode selanjutnya. 

Bukan itu saja, kartu ini bisa kamu gunakan juga untuk mencatat setiap transaksi barang yang masuk, pengembalian atau retur barang dari pelanggan, jumlah pemakaian barang, hingga jumlah transaksi harian bisnismu. 

2. Sebagai alat untuk mengontrol stok barang di gudang

Dengan adanya kartu stok barang, kamu akan lebih mudah untuk mengontrol stok barang di gudang. Jika dalam catatan tersebut terdapat kejanggalan akibat sistem atau pegawai, kamu bisa langsung mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan. 

3. Untuk mencegah terjadi kecurangan

Tidak ada jaminan sepenuhnya bahwa bisnis yang kamu jalankan tidak akan lepas dari ancaman kecurangan. Khususnya yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab yang mungkin sudah kamu percaya. 

Di sinilah fungsi kartu stok barang yang selanjutnya, yaitu untuk mencegah terjadinya kecurangan. Khususnya kecurangan yang berhubungan dengan jumlah stok barang, manipulasi catatan jumlah barang. 

4. Menjadi alat audit perbandingan

Berikutnya, kartu ini juga berguna menjadi alat audit perbandingan dengan dokumen transaksi lainnya. Bahkan, kartu ini bisa membantu kamu mencegah terjadinya manipulasi data dalam bisnismu. 

5. Sebagai pencatat mutasi barang

Terakhir, kartu stok barang bisa digunakan sebagai alat untuk mencatat mutasi barang di gudang. Dengan begitu, kamu dapat melacak pergerakan setiap barang yang masuk dan keluar dari gudang milikmu. Bukan hanya barang masuk, tapi juga barang yang keluar dibeli oleh konsumen atau diretur kepada supplier.

 

Cara Mengisi Kartu Stok Barang yang Perlu Kamu Lakukan 

Kartu stok barang tidak memiliki format standar yang berlaku secara umum. Artinya, kamu dan seller lainnya bisa membuat kartu ini dengan format yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Oleh karena itu, cara mengisi kartu stok barang pun biasanya akan berbeda-beda.

Namun, beberapa informasi umum yang harus ada dalam kartu stok ini, yaitu:

  • Nama barang
  • Jumlah stok awal 
  • Tanggal masuk
  • Tanggal keluar
  • Harga barang
  • Saldo akhir barang 

 

Cara mengisi kartu stok barang harus dilakukan dengan cermat. Catat data awal dan pergerakan barang. Sertakan informasi seperti tanggal, jumlah barang, tujuan pengeluaran, dan harga jual. Pastikan selalu menghitung saldo akhir stok barang setelah transaksi. 

Lakukan pengisian kartu stok barang secara berkala, misalnya setiap akhir bulan atau setiap kali ada transaksi. Ini membantu memastikan keakuratan informasi. Pencatatan ini juga bisa kamu lakukan dengan menggunakan Microsoft Excel atau aplikasi manajemen stok untuk menghindari kesalahan. 

__

Dengan adanya kartu stok barang, pengelolaan stok di usaha yang kamu jalankan akan lebih mudah. Tidak ada lagi yang namanya kehilangan barang atau terjadi selisih stok. Secara otomatis, tahap evaluasi dan analisis bisnis pun bisa kamu lakukan dengan lebih efisien.

Sebagai seller yang aktif di Lazada, kamu bisa memanfaatkan fitur Bisnis Analisis yang akan membantu menganalisis perjalanan usahamu. Kamu bisa tahu barang apa yang paling laku atau sebaliknya. Kamu belum terdaftar sebagai seller Lazada? Tenang, proses pendaftarannya cepat dan mudah kok. Kamu tinggal klik di sini untuk mendaftar!

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
young-asia-muslim-businesswoman-check-product-purchase-order-stock-save-tablet-computer-work-home-office 1 (1)

Toko Kamu Sepi Pengunjung? Intip Rahasia Meningkatkan Trafik dengan Cepat dan Mudah

cuci gudang

5 Manfaat Menggelar Cuci Gudang untuk Toko Online, Apa Saja?

biaya operasional

Pelajari 4 Biaya Operasional Ini agar Bisnismu Untung!

retur pembelian

Apa Itu Retur Pembelian? Pahami Pengertian, Penyebab, dan Cara Meminimalisirnya

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users