cara menghitung profit margin

Daftar Isi

Profit Margin: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitungnya dengan Tepat

Daftar Isi

Dalam menjalankan bisnis, menghitung keuangan menjadi kunci utama yang perlu diperhatikan. Salah satu hal yang harus kamu perhatikan yaitu, memahami bagaimana cara menghitung profit margin supaya mengetahui apakah kondisi keuanganmu sehat atau tidak.

Keuntungan yang berlipat bukan berarti kondisi bisnis kamu sudah berada dalam kondisi baik-baik saja.

Untuk itulah, penting untuk memahami profit margin lebih dalam dan bagaimana cara menghitungnya agar kondisi keuangan bisnis terlihat ideal.

Apa Itu Profit Margin?

Secara garis besar, profit margin adalah perhitungan rasio profitabilitas untuk mengukur seberapa besar suatu bisnis menghasilkan uang. 

Umumnya, istilah ini kerap kali digunakan di dalam bisnis untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan yang ia miliki.

Jika dihitung, profit margin merupakan hasil dari adanya perbandingan laba yang dikurangi dengan bunga dan pajak.

Buat kamu yang sedang memulai bisnis, baik itu online atau offline, menghitung profit margin merupakan aktivitas yang penting untuk dilakukan.

Pasalnya, mengetahui profit margin akan membantu kamu untuk menemukan perubahan biaya yang terjadi dalam bisnis. Selain itu, kamu juga bisa mengidentifikasi pengeluaran yang memiliki dampak negatif terhadap bisnis kamu.

Untuk gambaran sederhananya, mari kita lihat contoh di bawah ini:

“Sebuah bisnis online mempunyai profit margin sebesar 30%. Artinya, bisnis tersebut memiliki pendapatan atau keuntungan sebesar Rp3.000 dari setiap Rp10.000 pendapatan yang diperoleh dari penjualan”.

Manfaat Menghitung Profit Margin

Dari penjelasan di atas, kita sudah mengetahui apa itu profit margin. Terlepas dari itu, pasti kamu juga bertanya-tanya mengenai manfaat dari menghitung aspek ini.

Di bawah ini, ada beberapa manfaat yang kamu dapatkan dari menghitung profit margin.

1. Mempunyai gambaran realistis terkait keuangan bisnis

Saat menghitung profit margin, kita jadi tahu mengenai gambaran yang realistis mengenai kondisi keuangan.

Dengan demikian, maka hal ini akan memudahkan kita dalam mengambil setiap keputusan yang ingin diambil dalam mengurus bisnis. 

Sebagai contoh, kamu ingin membuat inovasi produk dengan biaya sekian. Nah, saat mengetahui profit marginnya kita jadi tahu apakah inovasi produk merupakan langkah yang tepat atau justru malah membuat keuangan jadi tidak sehat.

2. Mengidentifikasi aktivitas keuangan yang negatif

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jumlah profit margin akan memberitahu kamu mengenai kondisi keuangan yang sehat atau tidak dalam bisnis.

Saat menghitungnya, kamu akan bisa mengetahui apa saja aktivitas pengeluaran keuangan yang memiliki dampak negatif bagi bisnis.

Dari situ, kamu bisa langsung melakukan evaluasi terkait pengeluaran yang negatif sehingga membuat bisnismu kembali ke jalur yang benar.

3. Memantau performa bisnis dengan maksimal

Dengan menghitung dan membuat laporan profit margin, kamu jadi lebih memahami bagaimana performa bisnismu dalam jangka waktu tertentu, baik itu mingguan, bulanan, atau tahunan.

Dari laporan itu, kamu jadi tahu di bagian apa atau pada momen apa bisnis mengalami penurunan atau peningkatan penjualan.

Secara tidak langsung, hal ini juga akan membantumu untuk mengetahui momen-momen apa konsumen melakukan transaksi untuk produk bisnismu.

Baca juga: Apa Itu ROI? Pelajari Definisi, Manfaat, hingga Cara Menghitungnya

Cara Menghitung Profit Margin

cara menghitung profit margin
Penting untuk menghitung profit margin untuk bisnismu │Sumber: Shutterstock

Untuk mengetahui berapa persen profit margin yang baik, kamu perlu memahami bagaimana cara menghitungnya dengan tepat. 

Oleh karena itu, di bawah ini ada contoh studi kasus yang bisa kamu perhatikan dengan saksama: 

Sebuah bisnis online memiliki data dalam laporan keuangan sebagai berikut:

  • Pendapatan: Rp500.000.000
  • Penjualan bersih: Rp200.000.000
  • Laba kotor: Rp90.000.000
  • Laba bersih: Rp75.000.000
  • Laba sebelum bunga dan pajak: Rp80.000.000

Dari data di atas, mari kita hitung beberapa aspek profit margin, mulai dari margin laba bersih, margin laba kotor, hingga margin laba operasional.

Margin laba bersih

Net profit margin = laba bersih : penjualan bersih x 100%

= Rp75.000.000 : Rp200.000.000 x 100%

= 37,5%

Margin laba kotor

Gross profit margin = laba kotor : penjualan bersih x 100%

= Rp90.000.000 : Rp200.000.000 x 100%

= 45%

Margin laba operasional

Operating profit margin = operating income : pendapatan x 100%

= Rp80.000.000 : Rp500.000.000 x 100%

= 16%

——

Itu dia kira-kira gambaran mengenai cara menghitung profit margin yang bisa kamu praktekkan untuk bisnismu.

Sebagai seorang pebisnis, penting untuk menghitung hal-hal di atas guna mempertahankan bisnis agar berjalan dalam jangka waktu yang panjang.

Buat kamu yang saat ini sedang merintis bisnis, tidak ada salahnya untuk mencoba daftar jadi Seller Lazada.

Lewat Lazada, kamu bisa memperluas target pasar dengan maksimal. Ditambah transaksi di Lazada dijamin aman dan nyaman sehingga tidak ada penipuan di dalamnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu menjadi Seller Lazada dengan klik di sini

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
strategi penjualan

7 Strategi Jualan Bisnis Online untuk Pemula, Siap-siap Cuan!

Cara menarik pembeli ecommerce dengan mudah

Simak 5 Cara Terampuh Gaet Pembeli di e-commerce, Mudah & Terbukti!

Mau dapat cuan dengan usaha sendiri? Coba buka usaha sampingan online aja.

Jenis Usaha Sampingan Online Mudah Buat Mahasiswa Nambah Cuan

8 Skill Jualan Online Bagi Ibu Rumah Tangga yang Mau Sukses Bisnis

8 Skill Jualan Online Bagi Ibu Rumah Tangga yang Mau Sukses Bisnis

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users