cara menghitung ppn

Daftar Isi

Bagaimana Cara Menghitung PPN dengan Mudah? Cari Tahu di Sini!

Daftar Isi

Sebagai seorang seller, memahami cara menghitung PPN adalah hal penting yang tidak boleh dilewatkan. PPN, atau Pajak Pertambahan Nilai, adalah jenis pajak yang dikenakan oleh pemerintah pada setiap transaksi jual beli suatu barang atau jasa. Itulah sebabnya seller perlu untuk memahaminya. 

Pajak ini tidak dibebankan secara langsung kepada konsumen akhir, melainkan ditanggung oleh pihak seller. Inilah awal munculnya istilah Pengusaha Kena Pajak atau yang biasa disingkat PKP. 

Pemahaman tentang cara menghitung PPN yang kurang tepat akan membuat kamu merugi. Sebaliknya, perhitungan PPN yang baik dapat membantu kamu mengelola keuangan usahamu dengan lebih efisien. 

Bagaimana Cara Menghitung PPN?

Banyak orang, terutama yang berprofesi sebagai seller, sering menganggap bahwa perhitungan pajak, termasuk cara menghitung PPN adalah hal yang ribet. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Semua bisa dilakukan dengan mudah, asalkan kamu tahu prinsip dan rumus perhitungannya. 

Setiap jenis pajak pastinya memiliki dasar perhitungannya sendiri, termasuk PPN. Menurut penjelasan pada Pasal 7 UU Nomor 42 Tahun 2009, disebutkan bahwa besaran tarif yang dikenakan dalam cara menghitung PPN adalah sebesar 10% untuk penyerahan dalam negeri. 

Namun, kamu perlu tahu bahwa terdapat ketentuan terbaru di dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa biaya tarif PPN mengalami perubahan yaitu menjadi 11% serta 12%. Tarif sebesar 1% berlaku sejak 1 April 2022, sedangkan tarif pajak 12% akan berlaku paling lambat 1 Januari 2025. 

 

Baca juga:Profit Margin: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitungnya dengan Tepat

 

Untuk mempermudah perhitungan PPN terdapat rumus yang biasa digunakan secara umum. Cara menghitung PPN 10 persen dilakukan dengan rumus:

PPN = Dasar Pengenaan Pajak (DPP) x Harga produk/jasa

Contohnya: Toko Hijab Al-Kahfi menjual satu pashmina kasmir seharga Rp75.000. Besaran PPN yang dikenakan pada produk pashmina kasmir tersebut adalah:

PPN = 10% x Rp75.000

        = Rp7.500

Lantas bagaimana cara hitung PPN bila dasar PPN yang dikenakan adalah sebesar 11%? Untuk menghitungnya, rumus yang digunakan adalah sama seperti di atas. Kamu hanya perlu mengubah angka pada DPP, dan melakukan perhitungan seperti biasa.

Contohnya: Toko Hijab Al-Kahfi yang tadinya dikenakan tarif DPP sebesar 10%, sekarang mengalami perubahan menjadi 11%. Maka perhitungan PPN yang tepat untuk toko tersebut adalah:

PPN = 11% x Rp75.000

        = Rp8.250

Setelah kamu selesai melakukan cara menghitung PPN, pastikan kamu selalu mencatat jumlah PPN tersebut. Ini dilakukan karena kamu perlu melaporkan dan membayarkan jumlah tersebut kepada pihak otoritas pajak sesuai dengan periode yang ditentukan.

Di banyak negara, termasuk Indonesia, para seller wajib mengumpulkan PPN dari pembeli dan meneruskannya kepada pemerintah. Kalau kamu tidak memahami cara menghitung PPN dengan benar, kamu bisa terkena pelanggaran hukum, sanksi, dan masalah pajak lainnya.

Bagaimana? Ternyata cara hitung PPN tidak sulit ‘kan? Cara menghitung PPN dengan benar dapat membantu kamu, sebagai seller,  untuk menghindari terjadinya kekurangan pajak. Kenapa? Karena kekurangan yang terjadi pada hasil perhitungan pajak akan mengakibatkan kerugian finansial bagi usahamu.

 

Baca juga: Forecasting Adalah: Definisi, Jenis Metode, dan Contohnya untuk Bisnis Online

 

——

Untuk lebih memahami berbagai perhitungan keuangan dan analisis lainnya dalam menjalankan usahamu, terdapat fitur Bisnis Analisis yang bisa diakses secara gratis di Lazada Seller Center. Syarat utamanya adalah kamu sudah harus terdaftar menjadi seller aktif di Lazada. 

Jika belum terdaftar, kamu tidak akan bisa mengakses modul tersebut. Jadi, kalau kamu tertarik untuk menambah wawasan bisnis dari modul tersebut, pastikan kamu sudah mendaftarkan usahamu di sini ya!

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
Persiapan Lazada 12.12

Ini Persiapan Lazada 12.12 yang Wajib Dilakukan agar Penjualan Meningkat!

hadapi keluhan pelanggan

Strategi + Contoh Template Chat Ampuh Hadapi Keluhan Pelanggan

brand awareness

7 Cara Meningkatkan Brand Awareness dengan Efektif

contoh usaha modal kecil yang belum banyak pesaing

Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing, Apa Saja?

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users