cara memulai usaha hampers lebaran

Daftar Isi

7 Cara Memulai Usaha Hampers Lebaran, Mudah Dicoba! [+Contoh Ide Hampers Lebaran]

Daftar Isi

Ramadan seperti ini adalah waktu yang tepat untuk mengetahui cara memulai usaha hampers lebaran dan mulai bisnismu sendiri!

Hari raya idulfitri sering dijadikan momen bagi orang-orang untuk saling bersilaturahmi dan berbagi kebaikan. Kamu bisa menangkap peluang dari momen istimewa ini dengan menjual produk hampers yang banyak dicari pelanggan.

Artikel ini akan membantu kamu mengetahui langkah-langkah membuat hampers dan ide tren hampers apa yang bisa kamu jual. Namun sebelum ke topik tersebut, kamu juga perlu tahu alasan kenapa bisnis hampers begitu ramai menjelang lebaran berikut ini.

Ini Loh Alasan Tradisi Kirim Hampers Ramai Dilakukan Saat Lebaran

Berbagi saat lebaran sudah menjadi tradisi dalam masyarakat kita. Mulai dari berbagi amplop THR, berbagi makanan dengan keluarga atau tetangga yang bertamu ke rumah, hingga saling berkirim hampers.

Jika dulu masyarakat lebih familiar dengan parcel (barang yang dibungkus dengan rapi dengan menggunakan kertas maupun bahan lainnya), kini tren tersebut sudah tergeser dengan adanya hampers.

Bedanya dengan parcel, hampers atau bingkisan ini adalah sebagai barang-barang yang dikemas rapi dengan menggunakan berbagai media seperti keranjang, tas, box, dan lain sebagainya.

Tren hampers di Indonesia mulai naik ketika masa pandemi di mana masyarakat tidak dapat bertemu secara langsung dan sebagai gantinya hampers dikirimkan sebagai bingkisan tanda kasih dan permohonan maaf yang tulus.

Kini saling berkirim hampers sudah menjadi sebuah tradisi untuk berbagi rejeki dan kebahagiaan. Oleh karena itu, hampers jadi komoditas yang banyak dicari ketika lebaran. Peluang usaha hampers sangat besar dan bisa membawa untung untuk tambahan THR kamu.

Langkah-Langkah Memulai Usaha Hampers Lebaran

Nah, setelah tahu alasan kenapa kamu harus banget memulai usaha hampers di tahun ini, selanjutnya coba pelajari dan praktekkan langkah-langkah membuat hampers berikut ini:

1. Mau Pilih Jenis Hampers yang Mana Nih?

Cara memulai usaha hampers lebaran yang paling awal adalah menentukan jenis hampers terlebih dahulu. Banyak sekali pilihan hampers saat ini, ada yang berupa barang konsumsi maupun barang yang tidak habis pakai.

Kamu bisa menentukan jenis hampers berdasarkan budget yang dimiliki, atau berdasarkan tren, maupun berdasarkan kriteria pasar yang kamu targetkan.

2. Menghitung Anggaran dan Modal

Dari jenis hampers yang kamu pilih tadi, kamu bisa mulai menghitung besaran anggaran dan modal yang dibutuhkan untuk memulai usahamu. Lalu, hitung harga jual dan margin yang kamu dapatkan dari penjualan tiap set hampers.

3. Dijual Pre-Order atau Ready Stock?

Kamu bisa membuat usaha hampers ini dengan sistem pembelian pre-order (PO) atau ready stock. Masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sebagai pemula, ada baiknya kamu menggunakan sistem PO terlebih dahulu. Dengan sistem PO, kamu bisa memastikan bahwa setiap hampers yang dipesan pasti akan dibeli dan menghasilkan keuntungan.

Apalagi jika hampersmu berisi makanan atau minuman yang tidak dapat disimpan sebagai stok dalam jangka waktu lama. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir resiko kerugian.

Sedangkan untuk sistem ready stock bisa kamu terapkan jika isi hampers berupa barang yang awet tahan lama dan tidak memiliki expired date seperti mug atau tumbler. Keuntungan sistem ini, pembeli dapat memesan dan dengan segera menerima hampers pesanannya.

4. Curi Perhatian dengan Kemasan yang Menarik

Tidak dapat dipungkiri bahwa packaging adalah hal yang sangat utama dalam bisnis hampers. Sebab pembeli tidak hanya membeli barang isinya saja, namun juga ingin memberikan kesan yang baik kepada penerima hampers dengan kemasan yang menarik.

5. Jangan Kudet! Ikuti Tren yang Ada

Agar produk hampersmu tetap up to date dan sesuai dengan permintaan pasar, jangan lupa untuk mengikuti tren yang ada. Mulai dari tren barang yang sedang banyak dicari, tren desain dan pengemasan hingga channel pemasaran yang sedang banyak digunakan.

Baca juga: Penting dalam Bisnis! Ini Cara Mencari Produk yang Sedang Trend

6. Optimalkan Pemasaran Agar Pesanan Datang

Ketika produk sudah ada, saatnya mencari pelanggan dengan mengoptimalkan pemasaran. Kamu bisa memasarkan produk hampers dengan menawarkan mulai dari orang terdekat.

Lalu gunakan juga pemasaran multi-channel bisa menggunakan WhatsApp, media sosial, hingga marketplace seperti Lazada yang memiliki jutaan pelanggan di Asia Tenggara.

7. Terakhir, Perhatikan Juga Pelayanan Pasca Pembelian

Biasanya, konsumen hampers tidak hanya akan membeli satu produk saja, namun berpeluang besar untuk membeli dalam jumlah besar. Konsumen yang puas dengan produk pesanannya, berpotensi akan melakukan repeat order atau pembelian kembali.

Oleh sebab itu, berikan juga pelayanan after sales yang menyenangkan. Setelah pelanggan menerima pesanannya, jangan ragu untuk menanyakan pendapat mereka tentang produk maupun pelayanan tokomu.

Ingatkan pelanggan untuk memberikan rating, review dan juga testimoni. Kamu juga bisa memberikan voucher diskon atau bonus pada pembelian selanjutnya agar pelanggan tertarik untuk membeli lagi.

Ide Jualan Hampers Lebaran

cara memulai usaha hampers lebaran
Hampers lebaran bisa jadi ide jualanmu │Sumber: Shutterstock

Setelah mengetahui langkah-langkah membuat hampers, berikut ini beberapa ide peluang usaha hampers yang bisa kamu coba.

1. Hampers Makanan atau Minuman

Jamuan adalah salah satu hal penting di hari raya. Oleh karena itu, hampers berupa makanan  atau minuman pasti akan sangat bermanfaat untuk si penerima hampers untuk dinikmati bersama keluarga atau pun menjadi sajian untuk para tamu.

Makanan yang biasanya dijadikan hampers adalah kue kering, snack hingga makanan besar. Sedangkan untuk minuman dapat berupa minuman serbuk, minuman kemasan maupun botolan.

2. Hampers Perlengkapan Makan atau Minum

Hari raya adalah saatnya mengeluarkan aneka perlengkapan makanan dan minum yang biasanya hanya disimpan di lemari. Oleh karena itu, ide hampers perlengkapan makan atau minum seperti tea set, set alat makan, set piring atau gelas pasti akan banyak diminati.

Apalagi kini banyak produk perlengkapan makan minum dengan tampilan yang cantik dan mewah, namun dengan harga ekonomis yang cocok untuk dijual kembali dalam bentuk hampers.

3. Hampers Fashion

Contoh isi hampers fashion biasanya adalah jilbab, scrunchie, dan pakaian muslim seperti baju koko atau gamis. Untuk hampers fashion, pastikan kamu menyediakan beberapa ukuran dan mengirimkan sesuai dengan ukuran pesanan pelanggan.

4. Hampers Perlengkapan Ibadah

Kamu bisa membuat hampers berisi perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena, tasbih dan peci atau kopiah. Berikan pilihan set perlengkapan ibadah, mulai dari yang ekonomis hingga yang komplit.

5. Hampers Aneka Bumbu Dapur

Selain kue kering, lebaran juga identik dengan aneka kuliner khas seperti opor, sambal goreng, rendang dan lain sebagainya. Hampers aneka bumbu dapur bisa jadi pilihan hampers yang unik dan sangat berguna.

Kamu dapat merangkai bumbu dapur bubuk maupun instan ke dalam box atau keranjang dengan kemasan yang indah menjadi sebuah hampers yang siap dijual.

——

Itulah cara memulai usaha hampers lebaran beserta dengan ide peluang usaha hampers yang bisa kamu coba di ramadan kali ini. Semoga bisa menjadi inspirasimu dan membangkitkan semangat untuk memulai usaha lagi.

Agar usaha hampersmu dapat berkembang cepat dan mampu meraih pasar yang luas, gabung jadi seller Lazada aja! Klik di sini untuk daftar menjadi seller Lazada dan buat usahamu #NaikKeLaz!

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
cerita hari pahlawan

Mak Ika, Pahlawan Ekonomi Digital: Membuka Jalan Kesuksesan dan Peluang Kerja di Era Digital

,Soft,Focus

Penting dalam Bisnis! Ini Cara Mencari Produk yang Sedang Trend

10 Model Baju Koko Pria Modern untuk Ide Koleksi Baru di Tokomu

10 Model Baju Koko Pria Modern untuk Ide Koleksi Baru di Tokomu

Salty,Snacks

7 Cara Memulai Bisnis Snack Kiloan, Modal Kecil Bisa Raih Keuntungan Jutaan!

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users