biaya operasional

Daftar Isi

Pelajari 4 Biaya Operasional Ini agar Bisnismu Untung!

Daftar Isi

Dalam suatu bisnis, biaya operasional termasuk komponen utama yang tidak boleh dianggap sepele. Tanpa komponen ini, kamu tidak akan bisa menjalankan aktivitas bisnis dengan lancar. 

Biaya ini berhubungan erat dengan berbagai hal penting dalam bisnis seperti pembelian alat-alat, upah karyawan, atau perawatan fasilitas. Karena itu, seller yang mengelola komponen ini secara sembarangan umumnya akan kesulitan menghasilkan produksi sesuai dengan kebutuhan konsumen. Itulah sebabnya kamu harus memahami dengan baik tentang biaya operasional ini.

 

Mengenal Biaya Operasional untuk Bisnismu

Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan dengan tujuan memperlancar aktivitas bisnis. Beberapa pihak menyebutnya sebagai biaya pengorbanan. Maksudnya adalah besaran jumlah uang yang dikeluarkan dalam menghasilkan produk. 

Tidak ada bisnis yang tidak mengeluarkan biaya untuk menjalankan aktivitas dan memenuhi permintaan konsumen. Jika ada, bisnis tersebut tidak akan berjalan sama sekali, bahkan mungkin akan masuk ke dalam jurang kebangkrutan. 

Selain itu, ada juga yang mengartikan biaya operasional sebagai jumlah uang yang perlu dikeluarkan agar bisnis bisa mencapai target operasional. Dalam hal ini, operasional tidak terbatas pada kegiatan pokok saja, melainkan secara keseluruhan. 

Itulah sebabnya, suatu bisnis harus membuat perencanaan yang matang agar biaya yang dikeluarkan tetap efisien. Dengan begitu, tak akan sulit memprediksi apakah bisnis akan bertahan dan berkembang atau justru mengalami kerugian di masa depan.

 

Komponen dan Contoh Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya yang terdiri dari beberapa komponen penyusun yang harus diperhatikan dengan baik. Sebagai pemilik bisnis, kamu harus melacak komponen-komponen ini agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari. 

Lalu apa saja komponen dan contoh biaya operasional itu? Berikut penjelasan singkatnya:

1. Biaya tetap

Biaya tetap atau disebut fixed cost merupakan biaya yang harus selalu dikeluarkan dalam kurun waktu tertentu. Ini berarti, kamu wajib mengeluarkan biaya ini sekalipun penjualan sedang mengalami penurunan. 

Contohnya seperti gaji karyawan yang harus tetap dibayarkan setiap bulan. Seperti apapun kondisi keuangan bisnismu, kamu wajib memberikan gaji karyawan sesuai waktu yang telah disepakati sebelumnya. Oleh sebab itu, kamu perlu memahami dengan baik aturan dan perhitungan gaji karyawan agar tidak memberatkan keuangan perusahaan. 

2. Biaya variabel

Komponen berikutnya adalah biaya variabel yang jumlahnya bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan. Biasanya, biaya variabel akan meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan perusahaan. 

Misalnya seperti ongkos pembelian bahan baku produksi. Ketika bisnismu kebanjiran pesanan hingga jumlah produksi meningkat secara signifikan, jumlah bahan baku yang diperlukan tentu ikut meningkat. 

Jika jumlah bahan bakunya meningkat, ongkos pembelian yang dikeluarkan akan bertambah besar. Begitupun sebaliknya, ketika bisnismu sedang sepi dan produksi berkurang, maka ongkos pembeliannya akan berkurang. 

3. Biaya penyusutan

Biaya penyusutan merupakan komponen biaya operasional yang akan terus menyusut seiring berjalannya waktu. Biasanya hal ini terjadi karena penggunaan secara terus-menerus sehingga kualitas dan nilainya menurun. 

Contohnya seperti kendaraan operasional. Saat masih baru dan belum dipakai, kendaraan ini mempunyai kualitas prima. Tetapi ketika terus-menerus digunakan, kualitas dan nilainya akan terus menurun. 

Kalau sudah begini, tak ada yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan nilai dari kendaraan tersebut. Pada akhirnya, kamu harus mengganti kendaraan dengan yang baru jika kendaraan yang lama sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan lagi. 

4. Biaya bunga

Biaya bunga berkaitan dengan pengeluaran yang harus kamu keluarkan karena utang bisnis. Contoh biaya operasional yang satu ini adalah pinjaman pada supplier bahan baku. Biasanya pinjaman seperti ini memiliki bunga yang harus dibayar bersamaan dengan cicilan pokoknya. 

Contoh lainnya adalah bunga kartu kredit perusahaan. Setiap bank yang meminjamkan uang kepada nasabah melalui kartu kredit pasti akan membebankan biaya bunga dalam pembayarannya.

Karena biaya yang satu ini termasuk kewajiban, kamu harus tetap membayar meskipun kondisi keuangan sedang tidak baik. Oleh sebab itu, hitung pengeluaran biaya bunga dengan matang supaya jumlahnya tetap sesuai dengan kemampuan. 

 

Cara Menghitung Biaya Operasional dengan Mudah

Sama seperti biaya lainnya, biaya operasional juga harus dihitung secara tepat dan teliti. Pada dasarnya penghitungan bisa dilakukan dengan rumus berikut ini: 

Biaya Pengeluaran + Biaya Produksi = Biaya Operasional

Kedua biaya ini biasanya sudah termasuk dalam catatan laporan keuangan perusahaan, bahkan yang formatnya paling sederhana. Jadi seharusnya kamu tidak perlu kebingungan saat menghitung biaya operasional. 

Biaya operasional yang kamu keluarkan untuk bisnis, nantinya akan terganti dengan hasil dari penjualan produk. Itulah sebabnya kamu harus memaksimalkan pemasaran dan penjualan dari toko online milikmu. 

Cara yang efektif adalah dengan memasarkan produk tersebut melalui e-commerce atau marketplace, seperti Lazada. Dengan memutuskan untuk menjadi seller Lazada berarti kamu bisa memaksimalkan penjualan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Kalau belum terdaftar sebegai seller, kamu bisa langsung klik di sini.

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
discount-cara-daftar-promosi-afiliasi-lazada

Bikin Jualan Laku Keras dengan Promosi Afiliasi Lazada

Serum,Glass,Bottle,,Cream,Jar,On,Water,With,Drops,Concept

6 Cara Foto Produk Skincare Agar Terlihat Mahal & Aesthetic

apa itu afiliasi seller

Apa Itu Afiliasi Seller? Definisi, Manfaat, & Cara Kerjanya di Lazada

modal bisnis online shop

Modal Bisnis Online Shop: Berapa yang Kamu Butuhkan?

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users