analisis kompetitor

Daftar Isi

Mau Lebih Unggul? Ini 7 Cara Analisis Kompetitor Bisnis Kamu

Daftar Isi

Kenapa Seller harus melakukan analisis kompetitor ketika berbisnis? Pertanyaan seperti ini mungkin sering muncul terutama bagi teman-teman Seller yang masih terbilang baru. Padahal menjalankan bisnis sendiri saja sudah menguras energi dan waktu untuk bisa berkembang.

Secara definitif, analisis kompetitor atau pesaing adalah strategi dimana kamu mengidentifikasi kompetitor dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan mereka serta mengantisipasi langkah bisnis yang mereka lakukan. Dengan begitu, lewat analisis kompetitor kamu bisa memikirkan inovasi untuk bisa unggul di mata para customer.

Cara Analisis Kompetitor Bisnis agar Tidak Salah Langkah

Sebelum kamu terjun melakukan analisis, ada baiknya untuk mengenali dengan baik bisnis atau produk yang kamu jual. Ini akan memudahkanmu supaya lebih tahu siapa saja kompetitor yang harus dihadapi. Seperti, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnismu sendiri.

Jika tidak, kamu akan kesulitan untuk bisa strategi marketing dan branding yang unik dibandingkan kompetitor. Baru setelah itu kamu bisa memulai langkah-langkah analisis persaingan. Berikut ini cara analisis kompetitor yang dapat kamu ikuti:

  1. Tentukan siapa saja kompetitormu

Bagi Seller dengan produk yang memiliki banyak kompetitor, penting buat kamu untuk menentukan dahulu siapa pesaing yang dihadapi. Secara konsep, kompetitor itu terbagi menjadi dua, yaitu kompetitor langsung dan kompetitor tidak langsung.

Kompetitor langsung adalah kompetitor yang menawarkan produk dan menjualannya dengan harga yang hampir sama denganmu. Bahkan bisa jadi sama-sama berjualan pada daerah yang sama. Contohnya pada produk Pizza Hut dan Domino’s Pizza.

Sementara kompetitor tidak langsung adalah mereka yang menjual produk berbeda denganmu tapi bisa menjawab kebutuhan customer yang sama. Misal: Domino’s Pizza dan McDonald’s.

  1. Menganalisis produk yang dijual

Setelah mengetahui kompetitor yang harus dihadapi, kamu dapat beralih pada fokus berikutnya. Yaitu, mengenali produk yang mereka tawarkan. Kamu bisa mulai dari menganalisisnya dengan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah mereka menjual produknya dengan harga murah atau mahal?
  • Apakah mereka menjual produknya dalam jumlah terbatas atau banyak?
  • Seperti apa karakter dan kebutuhan dari customer mereka?
  • Apakah mereka memasang harga yang berbeda di marketplace & toko offline-nya?
  • Bagaimana cara mereka mendistribusikan produknya?
  1. Perhatikan harga yang ditawarkan

analisis kompetitor
Harga adalah salah satu poin untuk analisis kompetitor│Sumber: Shutterstock

Harga dari produk yang dijual selalu menjadi bagian sensitif dan penting agar customer mau berbelanja. Sebagai Seller, kamu harus bisa memahami berapa harga yang dipasang oleh kompetitor pada produk yang sama. Dari sini kamu dapat mulai menilai kenapa mereka memasang harga tersebut dan apakah kamu harus mengikuti langkah mereka atau tidak.

Jangan terlalu tergiur untuk langsung memasang harga murah. Buat kamu yang memiliki produk kualitas terbaik dan premium, sudah sepantasnya memasang harga di atas standar pasar. Tinggal bagaimana caranya kamu dapat meyakinkan calon pembeli kenapa produkmu layak memasang harga tersebut.

Sebab sering terjadi di antara Seller ketika mereka ingin memasang harga rendah justru akan menurunkan kualitas bahan dan produksi. Langkah ini bisa saja mengurangi kepuasaan pembeli jika produk yang didapatkan tidak sesuai harapan mereka.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Jual Produk yang Tepat Biar Semakin Cuan

  1. Cek kembali ongkir yang kamu terapkan

Bagi customer di Indonesia, biaya ongkir jadi faktor paling krusial dalam memastikan mereka membeli produkmu. Apabila ongkir terlalu mahal, maka itu dapat menjadi alasan produk harga dibiarkan saja di keranjang atau troli. Kamu dapat memperhatikan bagaimana strategi pengiriman yang ditawarkan oleh kompetitormu kepada customer-nya. Sebaiknya kamu bisa menawarkan promo gratis ongkir untuk meyakinkan mereka menyelesaikan pembelian.

  1. Lihat testimoni customer mereka

Untuk mengetahui bagaimana pendapat customer tentang kompetitor, Seller bisa berselancar di kolom review toko mereka. Kamu dapat mengecek apa yang disukai oleh pembeli, apa yang masih kurang bagi mereka, berapa penilaian pembeli terhadap toko mereka, dan bagaimana cara kompetitor menanggapi pertanyaan atau kritik yang diterima.

Dari situ, kamu dapat memikirkan inovasi apa yang bisa kamu terapkan pada produk dan bisnismu agar lebih membedakan dari kompetitor.

  1. Susun analisis SWOT untuk analisis kompetitor lebih dalam

Cara analisis kompetitor berikutnya dan yang lebih struktural adalah dengan melakukan analisis SWOT pada bisnis mereka. SWOT sendiri merupakan singkatan dari Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threat (Ancaman).

Kamu dapat menyusun analisis tersebut pada masing-masing kompetitor yang sudah ditentukan di awal. Langkah selanjutnya kamu dapat membandingkan kelemahan dari mereka dengan kekuatan atau keunggulan yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui area mana yang dapat kamu tingkatkan untuk memperbaiki posisimu di mata customer.

  1. Pantau Performa Penjualan dengan Fitur Bisnis Analisis

Di samping kamu sudah melakukan langkah-langkah analisis kompetitor tadi, kamu juga perlu memperhatikan performa penjualanmu. Jika kamu menjadi Seller Lazada, kamu dapat menggunakan fitur Bisnis Analisis yang bisa ditemukan di Seller Center Lazada.

Bisnis Analisis adalah fitur yang memberikan data secara komprehensif dan data mengenai keadaan bisnis online kamu di Lazada. Melalui fitur ini, Seller bisa menemukan dashboard berisi data real-time terkait performa dan tab Trafik untuk mengetahui jumlah pengunjung toko, jumlah pengunjung ke halaman produk, hingga konversi pembelian.

Tidak cuma itu saja, kamu juga bisa membuat target harian sendiri yang lebih rinci untuk mengetahui apakah performamu melampaui target tersebut. Fitur ini juga dapat difilter berdasarkan histori waktu dengan pemilihan hari, minggu, dan bulan.

Dengan begini, setiap Seller Lazada dapat membuat keputusan bisnis yang lebih baik dalam meningkatkan performa toko dan penjualanmu!

——

Persaingan dalam bisnis memang tidak bisa terelakkan. Tapi persaingan tersebut tentunya haruslah dilakukan dengan cara yang baik agar tidak menjadi bumerang pada bisnismu sendiri. Manfaat dari melakukan analisis kompetitor ini ialah supaya Seller dapat menciptakan strategi pemasaran yang tajam dan tepat sasaran, serta untuk menggali peluang yang tersembunyi.

Wujudkan juga peluang bisnismu dengan Daftar menjadi Seller di Lazada. Raih keuntungan berjualan online dengan daftar mudah bisa langsung jualan. Kamu juga akan mendapatkan pendampingan Seller selama 90 hari dan banyak materi belajar jualan online di portal Lazada University.

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
perbedaan kol dan influencer

4 Perbedaan Kol dan Influencer, Apa Saja?

Campaign adalah

Campaign Adalah: Definisi, Manfaat, dan Cara Membuatnya untuk Datangkan Konsumen!

Strategi pemasaran lewat media sosial

Strategi Gaet Lebih Banyak Customer Melalui Media Sosial Bisnis

contoh iklan produk simple

8 Contoh Iklan Produk Simple dan Mudah serta Kriteria Iklan yang Menarik

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users