11-cara-menentukan-target-pasar-online-shop

Daftar Isi

11 Cara Ampuh Menentukan Target Pasar untuk Bisnis Baru

Daftar Isi

Agar produk laris di pasaran, ada beberapa upaya yang bisa kamu lakukan. Salah satunya adalah cara menentukan target pasar sesuai bisnis kamu. 

Dengan mengenal target pasar, kamu dapat merasakan berbagai manfaat. Mulai dari meningkatnya penjualan, siap menghadapi persaingan pasar, mudah dalam promosi & komunikasi pelanggan, dan lain-lain.

 

Cara Menentukan Target Pasar

Terapkan langkah-langkah di bawah ini untuk menentukan target pasar penjualan dengan tepat.

1. Definisikan Produk dan Target Pasar dengan Jelas

Sebelum menentukan target pasar dengan tepat, definisikan dulu produk/jasa yang kamu tawarkan. Setelah itu, jelaskan siapa yang kamu harapkan menggunakan produk/jasa itu. 

Selanjutnya, kamu bisa menemukan target pasar dari melakukan riset. Langkah ini penting untuk memahami apa yang disukai oleh calon konsumen.

2. Menentukan Segmentasi Pasar secara Spesifik

Pertama, tentukan segmentasi & demografi target pembelimu. Demografi merupakan uraian/gambaran terkait kependudukan, misalnya seperti:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Pendapatan
  • Pendidikan
  • Kependudukan
  • Status pernikahan 
  • Latar belakang etnis

Kalau kamu sudah tahu demografi dari target pasar, maka akan lebih mudah untuk menentukan cara promosi yang tepat. 

Kedua, segmentasi psikologi. Langkah ini bertujuan untuk mengenali karakteristik seseorang atau yang disebut juga dengan istilah psikografis. Adapun faktor-faktor yang termasuk ke dalam psikografis, seperti:

  • Kepribadian
  • Sikap
  • Nilai-nilai yang dipercaya
  • Minat/hobi
  • Gaya hidup
  • Perilaku
  • Status sosial

Dengan mencari tahu psikografis, maka kamu bisa menentukan sendiri apakah produkmu cocok dengan gaya hidup mereka. 

Ketiga, menentukan segmentasi geografis. Pada segmentasi ini, kamu akan mengelompokkan target pasar berdasarkan lokasi atau lingkungannya. 

Segmentasi ini bertujuan agar membantu kamu memahami kebutuhan dari si calon konsumen. 

3. Berpikir seperti Calon Pelanggan

Sebagai bagian dari riset, pahami juga apa saja yang calon pembelimu pertimbangkan sebelum membeli sebuah produk. Coba posisikan dirimu sebagai pembeli dan tanyakan pada diri sendiri, 

“Bagaimana produk ini bisa memberi solusi atas masalah saya?” 

“Untuk apa sih saya beli produk ini?” 

Dengan demikian, kamu akan mampu menentukan target pasar yang mungkin tertarik membeli produkmu.

4. Melihat Konsumen yang Sudah Ada

Perhatikan pembeli yang sudah membeli produkmu, lalu buatlah target pasar potensial sesuai produk tersebut. 

Misalnya, kamu menjual aksesoris fashion handmade yang dipasarkan di marketplace. Produk tersebut dapat dijual dengan harga terjangkau, material bahan yang unik, dan bisa di-custom sesuai pesanan.

Dari sana, kamu bisa menarik kesimpulan bahwa target pasar yang cocok untuk produkmu adalah anak muda yang suka berbelanja online dan tampil ingin beda, namun dengan harga yang terjangkau. 

5. Cermati Kompetitor

Setiap produk memiliki persaingan. Apalagi di marketplace ada banyak produk yang serupa. Karena itu, selalu perhatikan kompetitor produkmu untuk bisa mengetahui dimana letak kekurangannya.

Lihatlah dari segi harga, fitur atau keunikan, dan pelayanan. Pelajari bagaimana kompetitor menawarkan produk, lalu kembangkan dengan versimu sendiri. 

Dengan mempelajari kompetitor, kamu akan lebih fokus membidik target pasar yang tepat.

6. Riset Pelanggan

Agar bisa berinovasi, maka kamu bisa melakukan survei. Tanyakan kepada para pelanggan bagaimana produk tersebut dapat membantu mereka selama ini dan adakah yang mereka butuhkan ke depannya.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan alat (tool) analisis digital seperti Google Analytics untuk memahami konsumen secara detail. 

7. Manfaatkan Tools Digital agar Selalu Up-to-date

Kamu bisa gunakan tools untuk mendapatkan gambaran seputar tren di bidang bisnismu tanpa harus turun ke lapangan. 

Cara ini juga dapat kamu manfaatkan untuk memasarkan produk secara online. Salah satu tools analisis yang mudah diakses adalah Google Trends.

8. Tunjukkan Kelebihan Produk

Selain harga, fitur produk adalah faktor yang tidak kalah penting dalam proses penjualan.

Jika target pasar lebih tertarik dengan fitur, maka harga bukan lagi pertimbangan utama mereka. Misalnya, dari segi komposisi untuk produk skincare yang menggunakan bahan alami. 

9. Buat Brand Kamu Mudah Diingat

Merek turut membentuk persepsi pasar terhadap sebuah produk. Dalam strategi pemasaran, ada yang disebut brand positioning atau strategi agar pelanggan mudah mengingat merekmu dibandingkan kompetitor. 

Kamu bisa fokus dari segi manfaat, kemasan, harga dan kualitas, pemilihan model/talent yang mengiklankan produkmu, dan sebagainya.

Dengan cara ini, target pasar kemudian akan terbentuk. Kamu hanya perlu menjaga brand agar dapat memperluas potensinya. 

10. Tentukan Strategi Pemasaran

Agar target pasar bisa tepat sasaran, kamu juga perlu menentukan strategi pemasarannya. Bentuknya bisa bermacam-macam, yang penting sesuai dengan segmentasi pasar yang sudah kamu tentukan di awal.

11. Evaluasi, evaluasi, evaluasi

Evaluasi sangat berguna untuk mengetahui apakah strategi dan target pasar yang kamu tentukan sudah berhasil. Selain itu, dengan evaluasi ini maka kamu akan mengetahui dimana letak kekurangan bisnismu. 

Setelah melakukan tahap evaluasi, kamu bisa menambah target audiens yang baru berdasarkan data penjualan dan riset yang telah dilakukan. Tujuannya agar bisnis kamu bisa untung dalam jangka panjang.

 

Simpulan

Menentukan target pasar dan segmentasi pasar sangatlah penting bagi pebisnis pemula ataupun UMKM yang ingin meningkatkan penjualan mereka. 

Dengan menentukan target pasar, produk akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakter calon konsumen sehingga kegiatan promosi pun dapat lebih efektif. 

Yuk mulai perhatikan target pasar produkmu agar bisa meraih omset yang lebih banyak. Kamu juga bisa baca artikel lain dari blog Yuk Jualan Online dari Lazada untuk berbagai tips maupun info menarik lainnya! #NaikKeLaz

 

Baca juga: Kenali Cara Market Research, Solusi Hindari Penjualan Stagnan

Bagikan
Artikel lain yang mungkin kamu suka
apa itu garansi

Apa Itu Garansi? Pengertian dan Jenisnya untuk Tingkatkan Kepercayaan Pembeli

cara mengatasi komplain pelanggan

7 Cara Mengatasi Komplain dari Customer Tanpa Buat Kamu Pusing!

Shooting,Of,Bright,Backpack,For,Product,Promotion,In,Photo,Studio

Pakai 8 Backdrop Ini Agar Kamu Punya Background Foto Aesthetic

video live streaming

Video Live Streaming yang Menarik, Bagaimana Membuatnya?

Ide & Cara Jualan Online

Sebelum Kamu Pergi,
Kasih Tahu yuk Alasannya!

Survey Exit Users